Home / TUPOKSI BPBD / TUPOKSI BIDANG REHABILITASI DAN KEDARURATAN

TUPOKSI BIDANG REHABILITASI DAN KEDARURATAN

Bidang Rehabilitasi dan Kedaruratan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas membantu Kepala Pelaksana dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan tanggap Darurat, Bantuan Darurat bencana dan Pemulihan.

Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana di maksud pada ayat (1) Bidang Rehabilitasi dan Kedaruratan mempunyai Fungsi membantu kepala Pelaksana dalam:

  1. Penyusunan program kerja Bidang Rehabilitasi dan Kedaruratan;
  2. Penyiapan Bahan Perumusan kebijakan di Bidang Penanggulangan Bencana pada pasca bencana, tanggap darurat, penanganan pengungsi, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekontruksi;
  1. Pengkoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan bencana pada pasca bencana, tanggap darurat, penanganan pengungsi, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekontruksi;
  1. Komando pelaksanaan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat;
  1. Pelaksanaan hubungan kerja di Bidang Penanggulangan Bencana pada pasca bencana, tanggap darurat, penanganan pengungsi, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekontruksi;
  2. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penanggulangan bencana pada pasca bencana, tanggap darurat, penanganan pengungsi, dukungan logistik, rehabilitasi dan rekontruksi;
  1. Penyusunan bahan evaluasi, pengendalian dan pelaporan pelaksanaan tugas; dan
  2. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2018 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Bidang Rehabilitasi dan Kedaruratan terdiri dari 2 seksi yaitu :

1.1.      SEKSI KEDARURATAN DAN LOGISTIK

Seksi Kedaruratan dan Logistik dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan tanggap darurat saat kejadian bencana dan bantuan darurat bencana.

Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Kedaruratan dan Logistik mempunyai fungsi membantu Bidang Penunjang dalam:

  1. Penyusunan Program Kerja Seksi Kedaruratan dan Logistik;
  2. Penngumpulan dan Pengolahan bahan perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan tanggap darurat dan bantuan darurat bencana;
  3. Penyiapan bahan koordinasi, penyusunan pedoman, prosedur dan pengarahan terhadap penyelenggaraan tanggap darurat dan dukungan logistik;
  4. Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya;
  5. Pelaksanaan penentuan status keadaan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
  6. Pelaksanaan kerjasama denganinstansi terkait dalam penyiapan tempat evakuasi;
  7. Pengelolaan logistik, perbekalan dan sarana prasarana tanggap darurat penanganan bencana;
  8. Pelaksanaan pada saat tanggap darurat, penanganan pengungsi dan bantuan darurat bencana;
  9. Penyajian data dan informasi di Bidang tanggap darurat dan bantuan darurat bencan;
  10. Penyusunan bahan evaluasi, pengendalian dan pelaporan pelaksanaan tugas dan fungsi Kedaruratan dan Logistik; dan
  11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1.2.      SEKSI REHABILITASI DAN REKONTRUKSI

Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pemulihan, rehabilitasi dan rekontruksi pada pasca bencana.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana di maksud diatas pada ayat (1), seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi mempunyai fungsi membantu Bidang Penunjang Dalam:

  1. Penyusunan Program kerja seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi;
  2. Pengumpulan dan Pengolahan bahan perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan pemulihan , Rehabilitasi dan Rekontruksi pada Pasca Bencana;
  3. Penyiapan bahan koordinasi, penyusunan pedoman, prosedur dan pengarahan terhadap penyelenggaraan pemulihan, rehabilitasi dan rekontruksi pada pasca bencana;
  4. Perencanaan kebutuhan dalam pemberian bantuan kepada masyarakat korban bencana;
  5. Perencanaan pembangunan kembali prasaranan dan saranan masyarakat yang terkena bencana;
  6. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi; dan
  7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan dengan tugas dan fungsinya.